Pada hakikatnya misi dakwah adalah menyebarkan Rahmat Allah untuk seluruh umat Islam. Look Qs. Al Anbiya:107
Tarbiyah dzatiyah adalah peningkatan integritas diri secara mandiri.
Kemampuan tarbiyah dzatiyah menjadi da'i adalah mampu bertahan dalam berbagai ujian dan cobaandalam berdakwah, tidak ada nya futur, tidak adanya kendor semangat dalam berdakwah, pemikiran tidak jumud dan sikap aktivis dakwah adalah tidak bergantung pada bayanat atau qororot qiyadah
Al 'askarul ladzi tasuduhul bitholah yujidul musyaghobati: aktivis dakwah yang tidak punya kemampuan untuk berbuat sesuatu sangat potensial membuat kegaduhan dalam kerja dakwah. Look. Qs. Al Anfal; 27
Aspek yang perlu ditingkatkan:
🔹Ar Ruhiyah
🔹Al Fikriyah
🔹Al Maliyah
🔹Al Maidaniyah
🔹Al harokiyah
Lapak Berkata
Sejuta kata, aksi dan rasa
Minggu, 28 Agustus 2016
Tarbiyah Dzatiyah
Rabu, 11 Mei 2016
Umur terus Berkurang
#Dear Saudara/iku,..
Ternyata setiap hari umur kita berkurang. Hmm,.. kok bisa ya? Padahal setiap tahun kita ulangtahun, umur kuta semakin bertambah satu dan satu dalam setiap tahunnya. Tp ternyata bukan saudara/i ku. Umur kita itu malah berkurang untuk hidup di dunia. Berarti ajal kita itu semakin dekat 😔
Kalo kata Hasan Al Bashri “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)
Terus beliau pernah bilang juga “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 383).
Ada cerita ttg Fudhail bin 'Iyadh dgn sahabatnya. Beliau bertanya kepada sang sahabat: "umurmu berapa sekarang?". Sahabatnya menjawab: "umur ku 60tahun". Fudhail bin 'Iyadh bilang lagi: "berarti setelah 60tahun kamu akan ketemu Rabbmu, sahabatku". Sahabatnya bilang cukup kaget: “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un. Maksudnya apa?" Fudhail bertanya: "Apa kamu tidak paham maksud kalimat itu?” Fudhail menjelakan "bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada Nya. Jadi pada Allah lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut".
Terkadang kita suka keliru. Dengan ucapan ulangtahun. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, dll. Ibnu ‘Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan isilah masa hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari).
Hadits tersebut mengajarkan untuk tidak panjang angan-angan, bahwa hidup kita tidak lama.
‘Aun bin ‘Abdullah berkata: “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” ‘Aun juga berkata: “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 385).
#sabarlahdiriku 😊
#FastabiqulKhoirot
Sabtu, 16 April 2016
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (Part 2)
🔛Dari Sini Kami Memulai👣
"Jalan dakwah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan dakwah. Kebersamaan dengan saudara-saudara dijalan ini semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka dijalan ini agar berhasil dalam hidup dunia dan akhirat kami" -M.Lili Nur Aulia-
"Ngapain lo dakwah! Enggak bakal dapet duit banyak"
"Yaelah..lo ikut LDK . Lo tuh kuliah di Fak. Dakwah. Belagu pake masuk2 di LDK. Rugi lo... "
Hmm... banyak orang yang mengira dakwah itu adalah orang miskin yang enggak akan mendapatkan apa-apa. Belom tau mereka bahwa janji الله itu benar. Orang-orang yang berada di jalan dakwah adalah emang kebutuhan. Rasa kebutuhan tersebut sudah melebihi sekedar merasakannya, mungkin bisa dibilang kewajiban. Bahkan, kami selalu memanjatkan syukur kepada الله swt atas hidayahNYA kepada kami.
Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa mengajak kepada petunjuk اللهmaka ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka" -HR. Muslim-
Ketika dalam perjalanan dakwah, kita enggak mesti sendirian. Kita harus memilih ar rafiiq (read: teman), dikarenakan kita butuh untuk berdiskusi, saling berbagi suka cita-duka, saling memikul kesulitan dalam perjalan dakwah, saling menasehati ketika lemah, dll. oleh karena itu, membutuhkan ar rafiiq ash shaalih (read: teman yang baik) dalam perjalanan dakwah. *yaaa.. sekalian menjadi "teman" semasa hiduplah 😁 😍
Dakwah itu enggak sendirian, dakwah harus dilakukan secara berjama'ah atau kalo bahasa kerennya amal jama'i. Yusuf Qardhawi mengatakan dalam kitab Al Hall Al Islamy, Faridhah wa Dharurah bahwa amal jama'i harus dilakukan, karena termasuk didalam perintah yang diwajibkan agama dan tuntutan realitas sekaligus. Firman Allah menyebutkan:: "Dan hendaklah ada di antara kalian umat yang menyerukan pada kebaikan, memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang menang" -Qs.3: 104-
Kenapa sih harus amal jama'i? Ya.. kalo diliat dari realitasnya, jika manusia mengerjakan sendirian pasti akan melemah sebab merasa sendiri dan berat melakukan nya. Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa di perjalanan dakwah ada 3 kelompok manusia yang disebutkan di Al Quran:
1⃣ Kelompok Zaalimun li nafsih; orang2 yang lalai dalam mempersiapkan bekal perjalanan.
2⃣ Kelompok Muqtashid; yang mengambil bekal secukupnya untuk bisa sampai ke tujuan perjalanan.
3⃣ Kelompok saabiqun bin khoirot; yang obsesinya adalah untuk meraih keuntungan yang sebesar besarnya.
Dalam perjalanan dakwah kita harus memiliki dan mengambil perbekalan yang mencukupi hingga perjalanannya selesai. Namun, sebaik baiknya dalam perbekalan adalah taqwa. Barang siapa diantara kita yang lemah dalam ketaqwaannya, maka ia akan semakin melemah dan tidak mampu mengikuti perjalanan dakwah. Makanya penting banget, bekal ketaqwaan yang erat kaitannya sama modal ruhiyah di jalan dakwah. Setiap kali ketaqwaan kami melemah, pada saat itu intensitas dakwah menurun. Dan ketika tingkat ketaqwaan terus berkurang, berarti akan mengalami situasi futuur (kelemahan) untuk meneruskan perjalanan dakwah.
📚 Maroji'
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan terjemahan, Kementerian agama
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (Part 1)
💪 Kesiapan Psikologis di Jalan Dakwah 👣
Sebagian orang mempersepsikan bahwa hidup di dunia ini adalah misteri. Karena kehidupan ini memiliki alur dan garis kehidupannya sendiri. Kehidupan itu mempunyai sunnatu al hayah berupa ketentuan hidup yang ditetapkan oleh الله. Di dunia ini, kami menjalani setapak demi setapak langkah untuk mencapai kehidupan akhirat yang membahagiakan. Dan pilihan kami adalah jalan dakwah. Karena seorang juru dakwah adalah musafir di jalan Allah yang membawa misi dakwah kemana pun ia berjalan.
Barang siapa tidak benar permulaan kehendaknya, niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya (ahli hikmah)
Pemahaman yang ahsan terhadap watak dan karakter di jalan dakwah dapat membentuk kesiapan psikologis dan ruhiyah nya seorang da'i. Seorang musafir di jalan Allah sangat diperlukan kedua kesiapan tersebut dikarenakan agar tidak mengalami kelelahan mental dalam menghadapi realitas perjalanan yang banyak hambatan dan tantangan.
Dalam pemahaman yang baik tentang watak dan karakter di jalan dakwah juga adanya niat yang lurus dalam langkah awal perjalan dakwah. Ketika seorang da'i mampu menjaga niat yang lurus, ia tidak akan terkecoh oleh ujian atau tantangan dalam perjalanan dakwah dari bentuk ke susah payahan dan bentuk kesenangan yang di akibatkan "kesuksesan" dalam dakwah.
Pada awalnya pasti kondisi seperti itu akan adanya konflik psikologis pribadi. Adanya sikap menyalahkan diri sendiri atau pembelaan yang dilalui justifikasi perilaku. Hal tersebut adanya permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati. Jika kedua sikap akan mendominasi akan menguras energi seorang da'i serta dapat menimbulkan kelelahan mental dan frustrasi yang berakibat kan konsep dirinya akan melemah dan cenderung negatif.
Namun, sebaliknya bagi seorang musafir di jalan Allah (read: da'i) yang mempunyai pemahaman yang baik tentang perjalanan, tujuan dakwah serta niat yang baik pasti akan mampu ketahanan psikologi yang prima.
Ibnu Umar ra meriwayatkan Rasulullah saw bersabda: "Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau seseorang yang tengah menyeberangi jalan". Abu Umar ra menyambungkan kembali, "Apabila kamu berada diwaktu sore maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi dan bila kamu berada diwaktu pagi maka janganlah menunggu datangnya waktu sore. Manfaatkan masa-masa sehatmu untuk persiapan masa-masa sakit mu dan manfaatkan hidup untuk persiapan masa-masa kematianmu" -HR. Bukhari-
Nikmat tidak boleh direndahkan, diremehkan apalagi dipermainkan. Kita harus menjaga dan memelihara nikmat dariالله
Dan kita harus merasa khawatir andai nikmat itu hilang.
Ya Tuhan kami, jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat disisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia) -Qs. Ali Imron: 8-
📚Maroji'
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan Terjemahan, Syamil Al Qur'an
Jumat, 15 April 2016
Bintun An Nahl -Part One-
S1: Ms.... nama kelompokny kita kupu2 aja. Cantik
S2: Yaa ms Kupu2 aja..
U: Klo Kupu2 suaranya gmn? Manfaatnya apa?
S1: suaranya.... hehe *nyengir* g tau ms. Klo manfaatnya bisa terbang
S2: ya ms bisa terbang *nyengir sambil ngegelendotan*
U: Gimana klo lebah manfaatnya banyak, lucu, suaranya juga ada 😊😁 apalagi warnanya simple
S2: lebah bisa menghasilkan madu, ms. Aku suka madu 😍🍯
S1: Ya lebah juga berani.
U: di Al Qur'an kan ada cerita tentang Lebah di Qs. An Nahl
All S: ayyooo ms ceritain..
S3: ya ms.. madu itu manis. Kata abi madu itu sehat.
Lebah.. ya bee ya nahl..
Masyaa Allah, Allahu Akbar Allah menciptakan berbagai macam dan bentuk aneka ragam tentang hewan. Salah satu nya lebah. Ketika sudah mengetahui siapa itu lebah. Pasti orang-orang akan takut jika didekati atau mendekati lebah. Sengatan nya booo yang bikin ngilu ampe panas dingin... 😫 Tapi kalo tau asal usul nya lebah pasti deh bikin nyeesss ndeesss banetdh.. 😍
Firman Allah SWT dalam Al-Quran surah An-Nahl ayat 69 :
"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat -tempat yang dibikin manusia " (Qs.16: 68)
"Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perut lebih itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan" (Qs.16: 69)
Mengutip surat An-Nahl ayat 69 di atas, dijelaskan bahwa bahan yang dapat dijadikan obat penyembuh bagi manusia adalah bahan yang keluar dari perut lebah dengan bermacam-macam warnanya. Pada ayat tersebut juga tidak menyatakan obat untuk spesifik penyakit tertentu, dan fakta di lapangan membuktikan bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan melalui produk perlebahan terutama propolis lebah.
🍯continue ....
#kehidupan
#BintunNahl
#fastcampIGS16
Kata Rindu
Satu kata itu menjadi sederhana namun indah yakni "rindu".
Ya rindu... kata sederhana tapi sangat bermakna untuk saat ini.
Rindu kepada mereka.
Mereka adalah sahabat perjuangan rindu mereka pada kenangannya, semangatnya, cerita suka-duka, kepada tertawa dengan serta cerita.
Kerinduan kepada mereka atas keceriaan, keramahan ampe yang saling menanggung beban.
Saat ini, kita terpisah dengan jauh dalam jarak. Namun, dekat dalam kenangan yang pernah aku dan kalian ingat.
Terkadang, rindu terus kembali hadir.
Aku hanya membuka dan mencoba mengingat kembali album2 cerita yang tersimpan dalam memori ku.
Rasanya aku ingin bercerita kembali tentang kita semua.
Hmm,.. dalam diamku cuma hanya bisa berdoa kepada الله.
Semoga rindu ini adalah sebagai kecintaan purna yang tertuju kepada الله .
Hanya robithoh ku layangkan untuk kalian.
Ya الله, Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu, dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu. Ya Allah, kuatkanlah ikatannya dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukanlah jalannya, dan penuhilah kami dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada2 dengan iman yang berlimpah kepada-Mu dan indahnya takwa kepada-Mu dan hidupkan kami dengan ma'rifat-Mu dan matikan kami dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin Yaa Rabb 😊😇
Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya الله pada hari kiamat berseru: dimana orang2 yang saling mencintai karena keagunganKU? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindunganKU, pada hari yang tidak ada ini perlindungan kecuali perlindungan ku" (HR.Muslim)
Ya الله peluk lah saudaraku ketika ia sedih dan terpuruk karena tangan ini tdk bs menggenggam untuk menguatkannya. Ingatkanlah saudara ku ketika ia senang dan bahagia karena tangan ini tdk bs menepuk pundaknya untuk mengingatkan agar selalu bertahmid kepadaMU.
#Alhamdulillaahilladzii bini'matihi tatimmush shaalihat (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatNya sempurnalah seluruh kebaikan)
Kamis, 14 April 2016
Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini ?
Ibnu Hajar, mengatakan: "Sesungguhnya orang yang kaya jiwanya akan menJadi orang Qana'ah (merasa cukup) dengan Rizki yang الله karuniakan. Dia tidak mengharapkan tambahan tanpa kebutuhan, tidak terus menuntut, dan meminta. Akan tetapi, dia rela dengan apa yang الله bagikan baginya, seakan dia kaya selamanya. Namun sebaliknya, orang miskin jiwanya, dia tidak merasa cukup dengan Rizki Yang الله berikan. Dia akan terus mencari tambah dengan segala cara (tidak peduli halal-ataukah haram). Kemudian, jika harta yang diinginkannya tidak tercapai, dia akan merasa sedih, kecewa, dan putus asa. Maka, dia seakan tidak berharta, karena tidak pernah merasa cukup dengan yang ada (Ibnu Hajar)