Rabu, 11 Mei 2016

Umur terus Berkurang

#Dear Saudara/iku,..
Ternyata setiap hari umur kita berkurang. Hmm,.. kok bisa ya? Padahal setiap tahun kita ulangtahun, umur kuta semakin bertambah satu dan satu dalam setiap tahunnya. Tp ternyata bukan saudara/i ku. Umur kita itu malah berkurang untuk hidup di dunia. Berarti ajal kita itu semakin dekat 😔

Kalo kata Hasan Al Bashri “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)
Terus beliau pernah bilang juga “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 383).

Ada cerita ttg Fudhail bin 'Iyadh dgn sahabatnya. Beliau bertanya kepada sang sahabat: "umurmu berapa sekarang?". Sahabatnya menjawab: "umur ku 60tahun". Fudhail bin 'Iyadh bilang lagi: "berarti setelah 60tahun kamu akan ketemu Rabbmu, sahabatku". Sahabatnya bilang cukup kaget: “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un. Maksudnya apa?" Fudhail bertanya: "Apa kamu tidak paham maksud kalimat itu?” Fudhail menjelakan "bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada Nya. Jadi pada Allah lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut".
Terkadang kita suka keliru. Dengan ucapan ulangtahun. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, dll. Ibnu ‘Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan isilah masa hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari).
Hadits tersebut mengajarkan untuk tidak panjang angan-angan, bahwa hidup kita tidak lama.

‘Aun bin ‘Abdullah berkata: “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” ‘Aun juga berkata: “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 385).

#sabarlahdiriku 😊
#FastabiqulKhoirot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar