Pada hakikatnya misi dakwah adalah menyebarkan Rahmat Allah untuk seluruh umat Islam. Look Qs. Al Anbiya:107
Tarbiyah dzatiyah adalah peningkatan integritas diri secara mandiri.
Kemampuan tarbiyah dzatiyah menjadi da'i adalah mampu bertahan dalam berbagai ujian dan cobaandalam berdakwah, tidak ada nya futur, tidak adanya kendor semangat dalam berdakwah, pemikiran tidak jumud dan sikap aktivis dakwah adalah tidak bergantung pada bayanat atau qororot qiyadah
Al 'askarul ladzi tasuduhul bitholah yujidul musyaghobati: aktivis dakwah yang tidak punya kemampuan untuk berbuat sesuatu sangat potensial membuat kegaduhan dalam kerja dakwah. Look. Qs. Al Anfal; 27
Aspek yang perlu ditingkatkan:
🔹Ar Ruhiyah
🔹Al Fikriyah
🔹Al Maliyah
🔹Al Maidaniyah
🔹Al harokiyah
Minggu, 28 Agustus 2016
Tarbiyah Dzatiyah
Sabtu, 16 April 2016
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (Part 2)
🔛Dari Sini Kami Memulai👣
"Jalan dakwah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan dakwah. Kebersamaan dengan saudara-saudara dijalan ini semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka dijalan ini agar berhasil dalam hidup dunia dan akhirat kami" -M.Lili Nur Aulia-
"Ngapain lo dakwah! Enggak bakal dapet duit banyak"
"Yaelah..lo ikut LDK . Lo tuh kuliah di Fak. Dakwah. Belagu pake masuk2 di LDK. Rugi lo... "
Hmm... banyak orang yang mengira dakwah itu adalah orang miskin yang enggak akan mendapatkan apa-apa. Belom tau mereka bahwa janji الله itu benar. Orang-orang yang berada di jalan dakwah adalah emang kebutuhan. Rasa kebutuhan tersebut sudah melebihi sekedar merasakannya, mungkin bisa dibilang kewajiban. Bahkan, kami selalu memanjatkan syukur kepada الله swt atas hidayahNYA kepada kami.
Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa mengajak kepada petunjuk اللهmaka ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka" -HR. Muslim-
Ketika dalam perjalanan dakwah, kita enggak mesti sendirian. Kita harus memilih ar rafiiq (read: teman), dikarenakan kita butuh untuk berdiskusi, saling berbagi suka cita-duka, saling memikul kesulitan dalam perjalan dakwah, saling menasehati ketika lemah, dll. oleh karena itu, membutuhkan ar rafiiq ash shaalih (read: teman yang baik) dalam perjalanan dakwah. *yaaa.. sekalian menjadi "teman" semasa hiduplah 😁 😍
Dakwah itu enggak sendirian, dakwah harus dilakukan secara berjama'ah atau kalo bahasa kerennya amal jama'i. Yusuf Qardhawi mengatakan dalam kitab Al Hall Al Islamy, Faridhah wa Dharurah bahwa amal jama'i harus dilakukan, karena termasuk didalam perintah yang diwajibkan agama dan tuntutan realitas sekaligus. Firman Allah menyebutkan:: "Dan hendaklah ada di antara kalian umat yang menyerukan pada kebaikan, memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang menang" -Qs.3: 104-
Kenapa sih harus amal jama'i? Ya.. kalo diliat dari realitasnya, jika manusia mengerjakan sendirian pasti akan melemah sebab merasa sendiri dan berat melakukan nya. Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa di perjalanan dakwah ada 3 kelompok manusia yang disebutkan di Al Quran:
1⃣ Kelompok Zaalimun li nafsih; orang2 yang lalai dalam mempersiapkan bekal perjalanan.
2⃣ Kelompok Muqtashid; yang mengambil bekal secukupnya untuk bisa sampai ke tujuan perjalanan.
3⃣ Kelompok saabiqun bin khoirot; yang obsesinya adalah untuk meraih keuntungan yang sebesar besarnya.
Dalam perjalanan dakwah kita harus memiliki dan mengambil perbekalan yang mencukupi hingga perjalanannya selesai. Namun, sebaik baiknya dalam perbekalan adalah taqwa. Barang siapa diantara kita yang lemah dalam ketaqwaannya, maka ia akan semakin melemah dan tidak mampu mengikuti perjalanan dakwah. Makanya penting banget, bekal ketaqwaan yang erat kaitannya sama modal ruhiyah di jalan dakwah. Setiap kali ketaqwaan kami melemah, pada saat itu intensitas dakwah menurun. Dan ketika tingkat ketaqwaan terus berkurang, berarti akan mengalami situasi futuur (kelemahan) untuk meneruskan perjalanan dakwah.
📚 Maroji'
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan terjemahan, Kementerian agama
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (Part 1)
💪 Kesiapan Psikologis di Jalan Dakwah 👣
Sebagian orang mempersepsikan bahwa hidup di dunia ini adalah misteri. Karena kehidupan ini memiliki alur dan garis kehidupannya sendiri. Kehidupan itu mempunyai sunnatu al hayah berupa ketentuan hidup yang ditetapkan oleh الله. Di dunia ini, kami menjalani setapak demi setapak langkah untuk mencapai kehidupan akhirat yang membahagiakan. Dan pilihan kami adalah jalan dakwah. Karena seorang juru dakwah adalah musafir di jalan Allah yang membawa misi dakwah kemana pun ia berjalan.
Barang siapa tidak benar permulaan kehendaknya, niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya (ahli hikmah)
Pemahaman yang ahsan terhadap watak dan karakter di jalan dakwah dapat membentuk kesiapan psikologis dan ruhiyah nya seorang da'i. Seorang musafir di jalan Allah sangat diperlukan kedua kesiapan tersebut dikarenakan agar tidak mengalami kelelahan mental dalam menghadapi realitas perjalanan yang banyak hambatan dan tantangan.
Dalam pemahaman yang baik tentang watak dan karakter di jalan dakwah juga adanya niat yang lurus dalam langkah awal perjalan dakwah. Ketika seorang da'i mampu menjaga niat yang lurus, ia tidak akan terkecoh oleh ujian atau tantangan dalam perjalanan dakwah dari bentuk ke susah payahan dan bentuk kesenangan yang di akibatkan "kesuksesan" dalam dakwah.
Pada awalnya pasti kondisi seperti itu akan adanya konflik psikologis pribadi. Adanya sikap menyalahkan diri sendiri atau pembelaan yang dilalui justifikasi perilaku. Hal tersebut adanya permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati. Jika kedua sikap akan mendominasi akan menguras energi seorang da'i serta dapat menimbulkan kelelahan mental dan frustrasi yang berakibat kan konsep dirinya akan melemah dan cenderung negatif.
Namun, sebaliknya bagi seorang musafir di jalan Allah (read: da'i) yang mempunyai pemahaman yang baik tentang perjalanan, tujuan dakwah serta niat yang baik pasti akan mampu ketahanan psikologi yang prima.
Ibnu Umar ra meriwayatkan Rasulullah saw bersabda: "Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau seseorang yang tengah menyeberangi jalan". Abu Umar ra menyambungkan kembali, "Apabila kamu berada diwaktu sore maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi dan bila kamu berada diwaktu pagi maka janganlah menunggu datangnya waktu sore. Manfaatkan masa-masa sehatmu untuk persiapan masa-masa sakit mu dan manfaatkan hidup untuk persiapan masa-masa kematianmu" -HR. Bukhari-
Nikmat tidak boleh direndahkan, diremehkan apalagi dipermainkan. Kita harus menjaga dan memelihara nikmat dariالله
Dan kita harus merasa khawatir andai nikmat itu hilang.
Ya Tuhan kami, jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat disisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia) -Qs. Ali Imron: 8-
📚Maroji'
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan Terjemahan, Syamil Al Qur'an