🔛Dari Sini Kami Memulai👣
"Jalan dakwah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan dakwah. Kebersamaan dengan saudara-saudara dijalan ini semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka dijalan ini agar berhasil dalam hidup dunia dan akhirat kami" -M.Lili Nur Aulia-
"Ngapain lo dakwah! Enggak bakal dapet duit banyak"
"Yaelah..lo ikut LDK . Lo tuh kuliah di Fak. Dakwah. Belagu pake masuk2 di LDK. Rugi lo... "
Hmm... banyak orang yang mengira dakwah itu adalah orang miskin yang enggak akan mendapatkan apa-apa. Belom tau mereka bahwa janji الله itu benar. Orang-orang yang berada di jalan dakwah adalah emang kebutuhan. Rasa kebutuhan tersebut sudah melebihi sekedar merasakannya, mungkin bisa dibilang kewajiban. Bahkan, kami selalu memanjatkan syukur kepada الله swt atas hidayahNYA kepada kami.
Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa mengajak kepada petunjuk اللهmaka ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka" -HR. Muslim-
Ketika dalam perjalanan dakwah, kita enggak mesti sendirian. Kita harus memilih ar rafiiq (read: teman), dikarenakan kita butuh untuk berdiskusi, saling berbagi suka cita-duka, saling memikul kesulitan dalam perjalan dakwah, saling menasehati ketika lemah, dll. oleh karena itu, membutuhkan ar rafiiq ash shaalih (read: teman yang baik) dalam perjalanan dakwah. *yaaa.. sekalian menjadi "teman" semasa hiduplah 😁 😍
Dakwah itu enggak sendirian, dakwah harus dilakukan secara berjama'ah atau kalo bahasa kerennya amal jama'i. Yusuf Qardhawi mengatakan dalam kitab Al Hall Al Islamy, Faridhah wa Dharurah bahwa amal jama'i harus dilakukan, karena termasuk didalam perintah yang diwajibkan agama dan tuntutan realitas sekaligus. Firman Allah menyebutkan:: "Dan hendaklah ada di antara kalian umat yang menyerukan pada kebaikan, memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang menang" -Qs.3: 104-
Kenapa sih harus amal jama'i? Ya.. kalo diliat dari realitasnya, jika manusia mengerjakan sendirian pasti akan melemah sebab merasa sendiri dan berat melakukan nya. Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa di perjalanan dakwah ada 3 kelompok manusia yang disebutkan di Al Quran:
1⃣ Kelompok Zaalimun li nafsih; orang2 yang lalai dalam mempersiapkan bekal perjalanan.
2⃣ Kelompok Muqtashid; yang mengambil bekal secukupnya untuk bisa sampai ke tujuan perjalanan.
3⃣ Kelompok saabiqun bin khoirot; yang obsesinya adalah untuk meraih keuntungan yang sebesar besarnya.
Dalam perjalanan dakwah kita harus memiliki dan mengambil perbekalan yang mencukupi hingga perjalanannya selesai. Namun, sebaik baiknya dalam perbekalan adalah taqwa. Barang siapa diantara kita yang lemah dalam ketaqwaannya, maka ia akan semakin melemah dan tidak mampu mengikuti perjalanan dakwah. Makanya penting banget, bekal ketaqwaan yang erat kaitannya sama modal ruhiyah di jalan dakwah. Setiap kali ketaqwaan kami melemah, pada saat itu intensitas dakwah menurun. Dan ketika tingkat ketaqwaan terus berkurang, berarti akan mengalami situasi futuur (kelemahan) untuk meneruskan perjalanan dakwah.
📚 Maroji'
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan terjemahan, Kementerian agama
