Sabtu, 16 April 2016

Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (Part 1)

💪 Kesiapan Psikologis di Jalan Dakwah 👣

Sebagian orang mempersepsikan bahwa hidup di dunia ini adalah misteri. Karena kehidupan ini memiliki alur dan garis kehidupannya sendiri. Kehidupan itu mempunyai sunnatu al hayah berupa ketentuan hidup yang ditetapkan oleh الله. Di dunia ini, kami menjalani setapak demi setapak langkah untuk mencapai kehidupan akhirat yang membahagiakan. Dan pilihan kami adalah jalan dakwah. Karena seorang juru dakwah adalah musafir di jalan Allah yang membawa misi dakwah kemana pun ia berjalan.

Barang siapa tidak benar permulaan kehendaknya, niscaya tidak akan selamat pada kesudahan akibatnya (ahli hikmah)
Pemahaman yang ahsan terhadap watak dan karakter di jalan dakwah dapat membentuk kesiapan psikologis dan ruhiyah nya seorang da'i. Seorang musafir di jalan Allah sangat diperlukan kedua kesiapan tersebut dikarenakan agar tidak mengalami kelelahan mental dalam menghadapi realitas perjalanan yang banyak hambatan dan tantangan.

Dalam pemahaman yang baik tentang watak dan karakter di jalan dakwah juga adanya niat yang lurus dalam langkah awal perjalan dakwah. Ketika seorang da'i mampu menjaga niat yang lurus, ia tidak akan terkecoh oleh ujian atau tantangan dalam perjalanan dakwah dari bentuk ke susah payahan dan bentuk kesenangan yang di akibatkan "kesuksesan" dalam dakwah.

Pada awalnya pasti kondisi seperti itu akan adanya konflik psikologis pribadi. Adanya sikap menyalahkan diri sendiri atau pembelaan yang dilalui justifikasi perilaku. Hal tersebut adanya permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati. Jika kedua sikap akan mendominasi akan menguras energi seorang da'i serta dapat menimbulkan kelelahan mental dan frustrasi yang berakibat kan konsep dirinya akan melemah dan cenderung negatif.

Namun, sebaliknya bagi seorang musafir di jalan Allah (read: da'i) yang mempunyai pemahaman yang baik tentang perjalanan, tujuan dakwah serta niat yang baik pasti akan mampu ketahanan psikologi yang prima.
Ibnu Umar ra meriwayatkan Rasulullah saw bersabda: "Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau seseorang yang tengah menyeberangi jalan". Abu Umar ra menyambungkan kembali, "Apabila kamu berada diwaktu sore maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi dan bila kamu berada diwaktu pagi maka janganlah menunggu datangnya waktu sore. Manfaatkan masa-masa sehatmu untuk persiapan masa-masa sakit mu dan manfaatkan hidup untuk persiapan masa-masa kematianmu" -HR. Bukhari-

Nikmat tidak boleh direndahkan, diremehkan apalagi dipermainkan. Kita harus menjaga dan memelihara nikmat dariالله
Dan kita harus merasa khawatir andai nikmat itu hilang.

Ya Tuhan kami, jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat disisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia) -Qs. Ali Imron: 8-

📚Maroji'
Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami, Muhammad Lili Nur Aulia
Al Qur'an dan Terjemahan, Syamil Al Qur'an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar